Wednesday, April 24, 2013

Hukuman | Kisah Inspiratif untuk orang tua | Hal. 4

Hukuman | Kisah Inspiratif untuk orang tua | Hal. 4
Kisah ini disadur dari buku inspiratif "Setengah Isi Setengah Kosong", diramu sedemikian sehingga bisa menjadi sebuah peristiwa yang bisa menjadi pelajaran buat kita para orang tua. Sambungan dari halaman 3

Air mata orang tua Ita pun tak berhenti meleleh ketika keluar dari ruang sang dokter, berjalan ke lorong dan melihat dari jauh wajah anaknya yang pucat pasi dibalik kaca membuat lelehan air mata itu semakin deras, mau dikata apa "Nasi sudah jadi Bubur" dan sampailah mereka pada saat anaknya harus masuk ke ruang operasi, beberapa jam setelah operasi efek obat bius pun sudah hilang, dan sadarlah Ita pun terbangun, terlihat bingung seraya menahan sakit melihat kedua tangannya dibalut kain putih, seketika ia menoleh ke arah orang tuanya, kebingungan Ita pun bertambah, orang tuanya menangis disampingnya.

Menahan rasa sakit dari tangannya Ita pun berkata "Ayah, Ibu..... Ita janji tidak akan melakukannya lagi.... Ita sayang ayah, ita sayang ibu ita juga sayang bibi, Ita minta ampun telah mencorat-coret mobil ayah" tangisan ayah, ibunya dan sang bibi pun semakin deras mendengar kata-kata tersebut, sang ibu pun lunglai seakan ingin pingsan dan bersandar ke bahu sang ayah. "Ayah, Ita minta tolong kembalikan tangan Ita, untuk apa di ambil, Ita janji ayah Ita ga akan nakal lagi, bagaimana kalau nanti Ita mau main sama teman-teman, Ibu... ayah.... tolong Ita minta tlong kembalikan tangan Ita.... atau ita pinjam sebentar saja, Ita mau menyalami ayah mama dan bibi untuk meminta maaf"

Tangis pun semakin merebak, aroma didalam kamar itu pun berubah menjadi sayu, mau dikata apa, Nasi sudah jadi bubur tidak ada lagi yang mampu dilakukan. 

Pemberian Hukuman memang adalah senjata ampuh untuk menegakkan kedisiplinan, namun aspek efektifitas hukuman harus selalu diperhatikan agar tidak berdampak pada penyesalan diri nantinya, kisah di atas adalah cerminan bahwa kita harus selalu belajar untuk tenang meskipun emosi sudah membutakan mata, saling bahu membahu untuk mengingatkan antara ayah dan ibu adalah salah satu upaya untuk meredam emosi. [Pen]


©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. Desir Syair Rindu

Terima Kasih telah membaca artikel/puisi tentang Hukuman | Kisah Inspiratif untuk orang tua | Hal. 4 dan anda bisa menemukan artikel Hukuman | Kisah Inspiratif untuk orang tua | Hal. 4 ini dengan url https://cinikironk.blogspot.com/2013/04/Kisah-Inspiratif-Terbaik-2013-4.html, sebelum anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Hukuman | Kisah Inspiratif untuk orang tua | Hal. 4 ini sebaiknya lupa untuk membaca halaman tentang Peraturan HAK CIPTA(Copyright) dari blog ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman anda, dan jika berkenan jangan lupa untuk meletakkan link Hukuman | Kisah Inspiratif untuk orang tua | Hal. 4 sumbernya.

smile TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA smile

4 komentar :

  1. ;-( coba disiplinkan nya dengan rasa kasih sayang dan kelembutan, Insha Allah anak-anak akan lebih bisa mengerti dan menerapkannya hingga mereka dewasa dan pada akhirnya menjadi orang tua utk anak - anak mereka nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ;( Bener kata mbak, mereka seharusnya lebih mengerti bahwa masa kanak-kanak adalah masa berexplorasi, jadi sudah sepatut nya memberi pelajaran yang berarti bukan menghukum dengan membabi buta yang akhirnya hanya akan mengecewakan diri sendiri...
      suatu pelajaran buat kita para orang tua agar senantiasa berkepala dingin bagaimanapun persoalannya atau lebih baik diam daripada bertindak dengan emosi....

      Terima kasih sudah mampir mbak....
      Jazakallahu khairan katsiran

      Delete
  2. disiplin bukan brarti hrus keras dan kasar.... semoga keluarga kita dijauhkan dari hal demikian...

    ReplyDelete
  3. ;( ;( stuju mas beta.... buah jatuh tak jauh dari pohonnya... semoga kisah inspiratif di atas bisa membuat kita mengerti bahwa mereka (anak2) punya dunia bermain yang perlu di awasi dan selalu ingin bermain.

    ReplyDelete


 
TOP