Wednesday, May 25, 2016
Kucing dan Kedudukannya Dalam Islam

Kucing dan Kedudukannya Dalam Islam

Banyak mitos yang bertebaran di setiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yang terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa, lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.

Lalu bagaimana Sikap Kita menanggapinya? dan bagaimanakah Kedudukan Kucing Dalam Islam


Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam. Nabi Muhammad memiliki seekor kucing yang diberi nama "Mueeza". Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari).

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Pada abad ke-13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para Khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, Baybars Al Zahir, seorang Sultan yang juga pahlawan garis depan dalam Perang Salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya, Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam.

Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul, hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Keistimewaan Kucing


Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Kenapa Rasulullah SAW berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

#Sacrosaint87
Baca Juga di Kumpulan Puisi Sepi, Puisi Rindu, Puisi Cinta dan Puisi Belum di Kategorikan ©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Friday, May 6, 2016
Beberapa Doa Khusus di Bulan Ramadhan

Beberapa Doa Khusus di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah bulan yang sangat mulia. Karenanya pada bulan ini pula, umat Islam memiliki doa-doa khusus yang tidak seperti bulan lain, dimana doa-doa ini dapat menambah pahala dan kesempurnaan ibadah puasa seorang umat muslim. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tiga orang yang tidak tetolak doanya: Orang yang sedang berpuasa ketika berbuka, imam yang adil dan doa orang yang terzhalimi.” (HR: At-Tirmidzi 2528).
1. Doa Melihat Hilal (Bulan Sabit) :
– اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى ، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Allah Maha Besar. Ya Allah, munculkanlah hilal itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, membawa taufiq kepada apa yang Engkau ridhai, Rabb kami dan Rabb kamu adalah Allah.” (HR: At-Tirmidzi dan Ad-Darimi).



2. Istighfar dan Doa di Waktu Sahur :
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran:17). “Dan di waktu-waktu sahur (akhir malam) mereka memohon am-pun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat:18).

Apabila Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mendapati waktu sahur beliau membaca doa:

– سَمِعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللَّهِ وَحُسْنِ بَلَائِهِ عَلَيْنَا رَبَّنَا صَاحِبْنَا وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللَّهِ مِنْ النَّارِ
“Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah atas nikmat dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Rabb kami, dampingilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api Naar.” (HR: Muslim 2718 dari hadits Abu Hurairah).



3. Doa Tamu Kepada Orang Yang Menghidangkan Makanan / Minuman :
– اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ.
“Ya Allah! Berilah berkah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah dan belas kasihanilah mereka.” (HR: Muslim).

– اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ.
“Ya Allah! Berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (HR: Muslim).



4. Doa Apabila Berbuka Di Rumah Orang :
– أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ.
“Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendoakannya, agar kamu mendapat rahmat.” (HR: Sunan Abu Dawud 3/367, Ibnu Majah 1/556 dan An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 296-298. Dishahihkan oleh Al-Albani).



5. Doa Orang Yang Berpuasa Apabila Diajak Makan :
– إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ، فَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ.
“Apabila seseorang di antara kamu diundang (makan) hendaklah dipenuhi. Apabila puasa, hendaklah mendoakan (kepada orang yang mengundang). Apabila tidak puasa, hendaklah makan.” (HR. Muslim 2/1054).



6. Ucapan Orang Yang Berpuasa Bila Dicaci Maki :
– إِنِّيْ صَائِمٌ، إِنِّيْ صَائِمٌ.
“Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 4/103, Muslim 2/806).



7. Doa Yang Dibaca Pada Malam Lailatul Qadar :
Diriwayatkan bahwa ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang sebaiknya aku baca bila bertepatan dengan malam itu?” Rasulullah bersabda: “Bacalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampunan dan menyukai orang yang memohon ampunan, maka ampunilah aku.” (HR: At-Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850, Ahmad VI/171, Al-Hakim I/530 dan An-Nasa’i dalam Amalul Yaum wal Lailah, silahkan lihat Shahih Jami’ At-Tirmidzi).

#Sacrosaint87 Baca Juga di Kumpulan Puisi Sepi, Puisi Rindu, Puisi Cinta dan Puisi Belum di Kategorikan ©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Beberapa Bisnis Menjanjikan Selama Bulan Ramadhan

Beberapa Bisnis Menjanjikan Selama Bulan Ramadhan

Dibulan Ramadhan adalah momen untuk yang cukup baik jika dimanfaatkan, disamping menimba Amal selama Bulan ini, Menimba Pundi-pundi Rezeki pun dapat anda lakukan, berikut adalah beberapa peluang bisnis yang menjanjikan selama bulan ramadhan.

1. Jualan Takjil Untuk Hidangan Berbuka Puasa Menjediakan takjil atau makanan dan minuman yang menjadi menu berbuka puasa telah menjadi kebiasaan tersendiri di masyarakat, bukan hanya di Indonesia namun hal yang sama dilakukan juga oleh Negara-negara islam di seluruh dunia. Jenis makanan dan minuman takjil yang disajikan beragam jenis, rasa, bentuk dan warna. Mulai dari kue dan minumen yang manis sampai yang berasa hambar, bentuk kecil hingga besar, juga beragam warna yang cukup menggiurkan. Untuk membuka usaha takjil ini tidak perlu banyak modal, yaitu cukup dengan modal Rp. 600 ribu saja, dengan modal segitu anda sudah bisa menjual makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
2. Bisnis Perlengkapan Ibadah dan Busana Muslim Bulan Ramadhan biasanya orang-orang suka membeli perlengkapan ibadah dan busana muslim, baik untuk kebutuhan beribadah selama bulan puasa atau yang hanya dipakai pada saat lebaran nanti. Perlengkapan ibadah yang dimaksud yaitu songkok, mukena, baju koko, sarung, sajadah, Al-Quran dan aksesoris beribadah lainnya.

Kebiasaan membeli perlengkapan dan busana muslim ini tak lepas dari trend atau mode yang sedang populer sekarang. Jika anda ingin memulai bisnis ini, mulailah dengan modal yang anda sanggupi dengan perlengkapan ibadah atau bisana muslin yang ingin dijual.


3. Menjual Kue dan Parcel Lebaran Biasanya keluarga yang penuh aktifitas di bulan puasa, tidak ingin repot-repot membuat kue lebaran atau parcel lebaran sendiri di rumah. Artinya, mereka cenderung untuk membeli kue dan percel lebaran dari toko atau orang lain. Kue lebaran sudah menjadi menu yang wajib ada di setiap rumah ketika lebaran tiba. Kue dan parcel lebaran ini ada bermacam-macam, mulai dari yang basah sampai yang kering, dengan berbagai macam model dan warna pula.

4. Bisnis Kaligrafi Di antara daftar bisnis yang cocok dilakukan pada bulan Ramadhan, mungkin bisnis kaligrafi ini yang hanya bisa dijalankan oleh segelintir orang, karena bisnis ini hanya bisa dilakukan oleh seniman yang mengerti kaligrafi saja. Kita tahu bahwa bulan Ramadhan itu kental dengan ibadah, sebagian rumah dirias agar nampak suasa ibadah, yaitu dengan mengganti atau menambah kaligrafi.

5. Jasa Asisten Rumah Tangga dan Seccurity Ketika menjelang bualn Ramadhan, banyak asisten dan seccurity rumah tangga yang mudik bertemu keluarganya di kampung. Hal ini membuat Ibu rumah tangga menjadi kerepotan dalam mengurus rumah tangga, terlebih jika Ibu tersebut mempunyai anak balita, dan punya kesibukan lain di luar rumah. Tentu dalam kondisi seperti ini, jasa asisten rumah tangga dan security sangat diperlukan selama bulan suci Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri nanti.

6. Bisnis Peralatan, Perabotan dan Perlengkapan Rumah TanggaSaat bulan puasa, masyarakat cenderung mengganti peralatan, perabotan dan perlengkapan rumah tangga. Peralatan, perabotan dan perlengkapan yang dimaksud berupa alat dapur, kursi rumah (baik kursi ruang depan, ruang tamu dan kursi makan), guci, gorden pintu dan jendela, tempat kue (ganggang dan toples kue), dan peralatan, perabotan serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Biasanya permintaan dari bisnis ini yaitu menjelang hari Raya Idul Fitri.

7. Jasa katering untuk sahur. Beberapa penghuni kost atau apartemen di kota besar seringkali kesulitan untuk mendapatkan santapan sahur mereka. Kendala itu antara lain karena tidak banyak warung atau rumah makan yang buka di waktu sahur, jika pun buka harus antre, malas keluar kamar hingga jauhnya lokasi warung. Karena itu, mereka akan sangat terbantu ketika sahur tiba, ada seseorang yang mengantarkan sekaligus membangunkannya.

8. Baju anak. Ingat, membelikan baju baru untuk anak seperti sudah menjadi kewajiban bagi orang tua di Indonesia untuk merayakan Lebaran. Pilih motif atau model yang sedang tren. Tawarkan harga diskon agar calon konsumen Anda tertarik.

9. Kurma. Konsumsi buah ini meningkat selama bulan puasa. Baik untuk dimakan sendiri, maupun disumbangkan untuk makanan takjil di tempat ibadah.

Untuk mempermudah agar bisnis kue lebaran anda lebih mudah dikenali oleh kerabat jauh, tetangga dan pelanggan baru lainnya, lakukan promosi melalui media online, yaitu facebok, twitter, bbm, instagram, path dan lain sebagainya. Demikianlah beberapa bisnis yang cukup menjanjikan selama bulan ramadhan
Read More...
 
TOP