Wednesday, July 3, 2013
Hadist Tentang Jumlah Nabi dan Rasul

Hadist Tentang Jumlah Nabi dan Rasul

Hadist Tentang Jumlah Nabi dan Rasul

Jumlah Nabi dan Rasul

Dalam Al Quran tidak dijelaskan dan diterangkan tentang Jumlah Nabi dan Rasul, namun didalam Hadist Riwayat Ahmad No. 21.257 Jumlah Nabi dan Rasul dipaparkan Oleh Rasulullah, Abu Dzarr pernah bertanya Kepada Rasulullah tentang Jumlah Nabi dan Rasul dan berikut adalah Hadist yang menjelaskan tentang Jumlah Nabi dan Rasul.

"Telah bercerita kepada kami Abu Mughirah telah bercerita kepada kami Mu'an bin Rifa'ah telah bercerita kepadaku 'Ali bin Yazid dari Al Qasim Abu 'Abdur Rahman dari Abu Umamah berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam duduk di masjid, mereka mengira wahyu turun pada beliau lalu mereka mengerumuni beliau hingga Abu Dzarr datang dan masuk kemudian duduk didekat Rasulullah ShallallahuAalaihiWasallam. Nabi Shallallahu'alaihiWasallam menghampiri mereka dan bersabda; "Hai Abu Dzarr! Apa kau sudah shalat hari ini?" Ia menjawab; Belum. Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Berdiri lalu shalatlah." Seusai shalat empat rakaat dhuha, Abu Dzarr mengampiri beliau. Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Hai Abu Dzarr! Berlindunglah dari setan-setan jin dan manusia." Ia berkata; Hai nabi Allah, apa ada setan manusia? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Ya, setan-setan manusia dan jin saling membisikkan kata-kata yang dihiasi satu sama lain. Ucapkan; Laa haula wa laa quwwata illa billaah." Ia berkata; Saya pun mengucapkan; Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam diam padaku lalu aku memperlambat ucapan beliau lalu aku berkata; Wahai Nabi Allah! Dulu kami adalah orang-orang jahiliyah dan para penyembah berhala, lalu Allah mengutus Tuan sebagai rahmat untuk seluruh alam. Menurut Tuan, apakah shalat itu? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Kebaikan yang ada ditempatnya, siapa yang mau mempersedikit dipersilahkan dan yang mau memperbanyak dipersilahkan." Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Menurut Tuan, apakah sedekah itu? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Ia adalah amal yang terus dilipatgandakan dan disisi Allah terus bertambah." Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Sedekah apa yang paling utama? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Sedekah sembunyi-sembunyi untuk fakir dan jerih payah dari yang rejeki yang terbatas." Ia berkata; Wahai Nabi Allah! Wahyu apa yang paling agung yang turun pada Tuan? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, ayat kursi." Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Budak mana yang paling utama untuk dimerdekakan? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Yang paling mahal harganya dan paling berharga bagi pemiliknya." Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Siapakah nabi pertama? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Adam Alaihissalam." Ia berkata; Saya berkata; Wahai Nabi Allah! Apakah Adam seorang nabi? Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Ya, nabi yang diajak bicara, diciptakan Allah dengan tanganNya kemudian ditiupkan ruhNya lalu berfirman padanya; Hai Adam! Majulah." Ia berkata; Wahai Nabi Allah! Berapa jumlah para nabi?Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Seratus duapuluh empat ribu, rasul berjumlah tigaratus limabelas, sangat banyak." (HR. Ahmad No. 21.257)

Meskipun yang diwajibkan untuk diyakini didalam Al Quran hanya 25 Nabi, namun untuk lebih baiknya kita mengetahui jumlah keseluruhan Nabi dan Rasul yang sesuai dengan Hadist di atas, Banyaknya Nabi dan rasul seperti yang tercantum di atas sebagian besar di utus di kawasan Timur Tengah meski tidak menutup kemungkinan bahwa ada pula nabi dan Rasul yang ditempatkan di belahan dunia yang lain. Wallahu Alam

Post Note :

Ada hadist yang ditampilkan di Wikipedia yang kemungkinan besar tidak benar siapa yang meriwayatkannya, dalam wikipedia Jumlah Nabi dan Rasul diriwayatkan oleh Tarmidzi, namun dalam pencarian tentang hadist tersebut, penulis tidak menemukan hadist tersebut dalam kitab riwayat Tarmidzi, melainkan ditemukan di Kitab Riwayat Ahmad, untuk lebih jelasnya silahkan cek di Ensiklopedia 9 Imam (Online).

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Friday, June 28, 2013
Egoisme Rumah Sakit yang Berbuah Tewasnya Revan

Egoisme Rumah Sakit yang Berbuah Tewasnya Revan

Egoisme Rumah Sakit yang Berbuah Tewasnya Revan
[Ilu] Meninggalnya Revan Akibat RS Penuh
Janji-janji politik, mungkin janji tentang kesehatan gratis hanyalah impian belaka bagi orang tua Revan Adhyaksa (1,3 Tahun), orang tua yang hanya bekerja sebagai penarik becak motor ini hanya bisa pasrah melihat kepergian anaknya "Revan" yang meninggal karena penolakan beberapa rumah sakit di Makassar, rumah sakit itu antara lain RSUD Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit Ibnu Sina dan Rumah Sakit Awal Bros, ketiga rumah sakit tersebut menolak revan dengan alasan yang sama "Rumah Sakit Penuh" menurut penjelasan yang di tuturkan oleh Amir (orang tua Revan) "Anak saya ditolak mungkin karena saya mengaku pasien Jamkesda" tutur Amir dengan nada lemah.

Gambaran kecil di atas tidak serta merta di terima oleh rumah sakit, bahkan Kepala Dinas Kesehatan Sul-Sel membela ketiga rumah sakit di atas dengan alasan klasik yang sama diutarakan oleh ketiga rumah sakit di atas, dimana unsur kemanusiaan dan pemerataan hak di Indonesia, mungkinkah rakyat kecil harus tercekik oleh kesemrawutan administrasi dan alasan jamkesda untuk mendapatkan pelayananan kesehatan yang layak?

Berikut Kronologis Tewasnya Revan Kejadian yang dikutip dari makassar.tribunnew.com
Meninggalnya balita Revan (1,3 tahun), warga Jl Haji Kalla karena ditolak empat rumah sakit pemerintah dan swasta ditanggapi Dinas Kesehatan Kota Makassar. Kepala Dinas Kesehatan, dr Andi Naisyah Tun Nurainah Azikin menanggapinya dipolomatis. Menurutnya, ditolaknya balita malang tersebut hingga meninggal dunia karena kamar perawatan rumah sakit penuh.

"Pertama dibawa ke RS Umum Daya karena penuh lalu dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo menggunakan ambulans RS Umum Daya. Kamar Wahidin juga penuh lalu dirujuk ke RS Ibnu Sina, di situ juga penuh. Lalu dibawa lagi ke RS Awal Bros, penuh juga lalu dibawa ke RS Akademis, di situlah dia meninggal. Jadi perlu saya jelaskan, bukan karena tidak ada penanganan, namun karena UGD rumah sakitnya penuh," kata Naisyah, Kamis (27/6/2013).

Mengapa kamar perawatan rumah sakit penuh? Naisyah mengatakan, kerana RS Wahidin dan RS Umum Daya menjadi rumah sakit rujukan di utara kota.
Pernyataan Andi Naisyah ini, bertolak belakang dengan kesaksian ayah Revan, Andi Amir. Menurut penarik becak motor ini, pertama kali dia membawa anaknya ke RSU Daya. Di rumah sakit ini, Revan sempat diperiksa dan diberi infus oleh tim medis. Namun karena pertimbangan sakit yang diderita Revan telah kritis, tim medis RSU Daya pun merujuk Revan ke RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Minggu (23/6/2013) malam sekitar pukul 19.30 wita.

Dalam keadaan diinfus, Revan diantar menggunakan ambulans RSU Daya bersama seorang perawat. Jarak kedua rumah sakit pemerintah ini hanya sekitar empat kilometer, sehingga hanya dalam hitungan menit, pasien tiba di UGD RS Wahidin. Saat Revan dan ibunya berada di UGD, Amir diminta ke bagian loket. Seorang petugas loket RS itu pun menanyakan identitas Amir dan bayinya. Amir mengaku sebagai pemegang kartu jamkesda.
Beberapa saat usai berurusan di bagian loket, istrinya keluar dari UGD memberitahukan ke suaminya bahwa mereka harus cari rumah sakit lain. Pasalnya, seorang petugas RS Wahidin menyampaikan bahwa Revan tak bisa dirawat di RS tersebut karena sedang penuh pasien.        
“Padahal, malam itu hanya ada tiga pasien di UGD. Beberapa ranjang saya lihat kosong,” tutur Amir yang mengaku hanya mengenyam pendidikan hingga setingkat sekolah dasar ini.
Dengan rasa kesal tinggi, Amir pun memboyong lagi anaknya ke Rumah Sakit Ibnu Sina di Jl Urip Sumoharjo. Masih menggunakan mobil ambulans RSU Daya dan ditemani seorang perawat. Namun saat sampai di RS milik Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, Revan hanya diperiksa di atas mobil ambulans. Revan tak sempat diturunkan ke UGD.

Tim medis yang memeriksa Revan, seperti dituturkan Amir, lagi-lagi mengaku bahwa tak bisa melayani anaknya karena alasan RS Ibnu Sina sedang penuh. Dari RS Ibnu Sina, bungsu dari empat bersaudara itu kemudian diantar lagi ke RS Awal Bross. Jarak kedua rumah sakit swasta ini hanya sekitar 1,5 kilometer.

Tapi lagi-lagi Revan dan orangtuanya mendapat perlakuan serupa. Revan hanya diperiksa di atas mobil ambulans oleh petugas medis RS Awal Bross. Tak sempat dibawa ke bagian instalasi gawat darurat.
“Lagi-lagi petugasnya bilang RS Awal Bross penuh. Saya mungkin ditolak karena mengaku pasien jamkesda,” tutur Amir dengan suara lemah.

Dari RS Awal Bross, malam itu juga Amir membawa lagi anaknya ke RS Akademis Jaury di Jl Jenderal M Jusuf (dulu Jalan Gunung Bulusaraung). Mereka diangkut lagi dengan mobil ambulans beserta sopir dan perawat RSUD Daya yang setia menemani.

Di RS yang dibangun mantan Panglima Jenderal TNI almarhum Jenderal M Jusuf itulah, Revan akhirnya diterima untuk dirawat. Di RS ini, Amir tak lagi mengaku pasien jamkesda. Tapi pasien umum.
“Sebab saya ragu, kalau saya mengaku pasien jamkesda, anak saya ditolak lagi. Makanya saya bilang pasien umum saat kami diterima,” tuturnya. Saat Revand dipastikan telah mendapat penanganan medis dari RS Jaury Akademis, barulah ambulans beserta sopir dan perawat dari RSUD Daya meninggalkan mereka.

Amir dan istrinya sudah berusaha mencarikan pertolongan untuk anaknya. Namun Tuhan memilih memanggil Revan keharibaan-Nya. Revan meninggal di RS Akademis pada Rabu (26/6/2013) sore sekitar pukul 15.00 atau setelah dua hari menjalani penanganan medis.

Dari RS Akademis, Amir membawa pulang jasad anaknya ke rumah orangtuanya di Jl Haji Kalla No 24, Makassar. Amir mengaku masih menunggak pembayaran perawatan di RS Akademis. Namun ayah anak ini diizinkan pulang setelah menjaminkan KTP-nya ke petugas loket RS.

“Walau anak saya sudah meninggal dan dikuburkan, saya masih sakit hati dengan RS yang menolak menangani anak kami,” tuturnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari manajemen RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Ibnu Sina, maupun RS Awal Bross.

Kejadian di atas adalah contoh kesenjangan antara si kaya dan si miskin, haruskah indonesia menjadi negara yang terus menerus menikmati kesenjangan tersebut, seakan sila ke lima Pancasila tidak berlaku "Keadilan Sosial bagi Seluruh Indonesia" Kematian Revan adalah sekelumit kesenjangan yang tidak seharusnya terjadi lagi disaat demokrasi dan pemerataan hak di indonesia sudah di gembar gemborkan oleh para pemangku kebijakan baik di rumah sakit maupun di kalangan Pemerintah.

Artikel Rujukan di makassar.tribunnews.com :
Revan Meninggal 4 Pimpinan DPRD Sulsel Soroti Rumah Sakit
Ini Alasan Dirut RSUD Wahidin Sudirohusodo
Alasan Kadis Kesehatan Sulsel - Revan Tidak Ditolak tapi Ruangan Penuh
Kronologis Revan dan Kebohongan Kadis Kesehatan Sul-Sel

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Tuesday, June 11, 2013
Dilema Adipura dan pahlawannya [Petugas Kebersihan]

Dilema Adipura dan pahlawannya [Petugas Kebersihan]

Dilema Adipura dan pahlawannya [Petugas Kebersihan]
Selasa (11/06/2013), Piala Adipura untuk pertama kalinya hadir di Kabupaten Maros setelah mendarat di bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros. Piala ini kemudian dibawa oleh Bupati Maros yang didampingi istrinya disambut bagaikan pahlawan di terminal kedatangan bandara. Ratusan Pegawai Negeri Sipil dalam lingkup Pemerintah kabupaten Maros pun telah siap siaga menunggui piala tersebut sejak pukul 08.00 pagi. Mereka rela berlama lama menanti hingga akhirnya Bupati pun mendarat, suasana bahagia dan haru juga menyelimuti prosesi penjemputan piala Adipura yang merupakan kejadian yang pertama kali dalam sejarah kabupaten Maros menerima piala Adipura dalam kategori kecil, Arak-arakan ini berjalan dari Bandara Internasional Hasanuddin dan berakhir di depan kantor Bupati Maros.

Dilema Adipura dan pahlawannya [Petugas Kebersihan]
Foto oleh Adnan
Sungguh berita yang sangat menggembirakan, berbagai ucapan bahagia dan haru pun terlihat diberbagai sosial media, facebook, twitter dan berbagai media lainnya, namun ingatkah kita akan pahlawannya? mungkin hanya secibir orang yang meliriknya ataupun memikirkan jerih payah perjuangannya memperebutkan piala Adipura ini, siapa dia? dialah tukang bersih-bersih jalan yang tiap harinya bergelut dengan sampah di kabupaten Maros, mereka terkadang tidak terpikirkan oleh banyak orang bahwa mereka itulah pahlawan Adipura kita yang terlupakan, meskipun mereka mendapat gaji dari membersihkan kota tentu tersemat dalam hati kecil mereka bahwa kota yang bersih adalah impian setiap orang, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Sebut saja Pak Karto (inisial) beliau sangat menyayangkan kesadaran kita tentang kebersihan sangatlah kurang, masih saja banyak orang yang membuang sampah seenaknya dan terkadang mengabaikan/cuek terhadap tempat pembuangan sampah yang disediakan pemerintah.

Dilema Adipura dan pahlawannya [Petugas Kebersihan]
Tangis hau ibu ini pun terlihat dan sempat terrekam kamera salah seorang wartawan media massa karena untuk pertama kalinya piala yang jadi perebutan kabupaten/kota di Indonesia ini sempat mendarat di Kabupaten Maros, tangis haru nan bahagia ini adalah wujud rasa syukur masyarakat terhadap keberhasilan pemerintah dalam menggalakkan kota/kabupaten yang bersih, namun ini bukanlah akhir dari perjuangan menggalakkan kebersihan di kabupaten Maros, Adipura tetap menjadi milik Petugas kebersihan yang selalu lebih Dahulu membersihkan halaman rumahku sementara aku masih Pulas dalam tidurku. Berapa banyak yang sepertiku?, tutur seorang dosen YAPIM Kabupaten Maros (uak sena) dalam status facebooknya.

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Sunday, June 9, 2013
Makna Rukun-Rukun Iman

Makna Rukun-Rukun Iman

Makna Rukun Iman

Pilar-pilar atau Rukun-rukun Iman 


Pilar-pilar agama Islam terbagi atas 2 yakni Rukun Iman dan Rukun Islam, dimana Rukun Iman Terbagi atas 6 (enam) sesuai dengan sabdah Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam

"Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Abu Hayyan At Taimi dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu". (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat" (QS. Luqman: 34). Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "hadapkan dia ke sini." Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; "Dia adalah Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka." Abu Abdullah berkata: "Semua hal yang diterangkan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dijadikan sebagai iman. (HR. Bukhari No. 48)

6 Rukun-Rukun Iman antara lain :

1. Beriman kepada Allah Subhanahu wata'ala

Beriman Kepada Allah subhanahu wata'ala dimaksudkan berarti Allah adalah Tuhan, maha pencipta, pemilik alam semesta, dan pengatur segala urusan (baik di dunia maupun di akhirat), Beriman kepada Allah subhanahu wata'ala , maksudnya: hanya kepada Allah sajalah tuhan yang berhak/pantas untuk di sembah, dan semua sesembahan selain-Nya (Allah subhanahu wata'ala) adalah batil, iman kepada Nama-Nama (Asmaul Husnah) dan Sifat-Sifat-Nya dimaksudkan bahwasanya Allah subhanahu wata'ala , memiliki nama-nama yang mulia serta sifat-sifat yang sempurna dan agung sesuai dengan yang tertera ada dalam Al - Quran dan Sunnah Nabi dan Rasul-Nya.

2. Beriman kepada malaikat Allah

Malaikat adalah hamba Allah subhanahu wata'ala yang dimuliakan, dimana mereka diciptakan oleh Allah subhanahu wata'ala dari Nur (cahaya) guna beribadah kepada-Nya, serta senantiasa tunduk dan patuh serta mentaati setiap perintah-Nya, Allah subhanahu wata'ala telah membebankan kepada mereka berbagai tugas yang diantaranya : Jibril bertugas adalah menyampaikan wahyu, Mikail bertugaas mengurusi urusan hujan serta tumbuh-tumbuhan, Israfil bertugas meniup sangsakala pada hari kiamat, Izrail (malaikat maut/pencabut nyawa), Raqib dan Atit bertugas mencatat amal perbutan manusia (perbuatan baik dan buruk), Malik menjaga pintu neraka, Ridwan sang penjaga pintu surga, dan malaikat-malaikat lainnya yang belum disebutkan dan hanya Allah subhanahu wata'ala yang dapat mengetahuinya.

3. Beriman kepada kitab-kitab Allah

Allah subhanahu wata'ala yang Maha Agung dan Mulia telah menurunkan kitab kepada para Rasul-Nya, dimana kitab tersebut mengandung petunjuk dan kebaikan. Kitab-kitab itu antara lain : Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa alaihi salam, Injil diturunkan kepada Nabi Isa alaihi salam, Zabur diturunkan kepada Nabi Daud alaihi salam, Shuhuf Nabi Ibrahim alaihi salam dan Nabi Musa alaihi salam, Al-Quran diturunkan oleh Allah subhanahu wata'ala, kepada Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wasallam.

4. Beriman kepada para Rasul Allah

Allah subhanahu wata'ala telah mengutus kepada mahluk-Nya para rasul, rasul yang pertama adalah Nabi Nuh alaihi salam dan yang terakhir adalah Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wasallam, jumlah Nabi sebanyak 124.000 (Seratus dua puluh empar ribu) dan jumlah rasul Allah subhanahu wata'ala ada 312 (tiga ratus dua belas) dan kesemua itu adalah manusia biasa, tidak sedikitpun memiliki sifat ketuhanan karena mereka merupakan hamba-hamba Allah subhanahu wata'ala yang dimuliakan dengan kerasulannya Rasulullah salallahu alaihi wasallam yang diutus untuk seluruh manusia adalah nabi dan rasul penutup sehingga tidak ada nabi setelahnya/sesudahnya.

5. Beriman kepada hari akhirat (Hari Kiamat)

Beriman kepada hari kiamat dikarenakan tidak ada hari lagi setelahnya, hari dimana ketika Allah subhanahu wata'ala membangkitkan seluruh ummat manusia dari liang lahat (kubur) dalam keadaan hidup dan akan kekal ditempat yang penuh kenikmatan (Surga) ataukah ditempat yang penuh akan siksaan yang teramat pedih. Beriman kepada hari kiamat (akhir) meliputi keimanan kepada semua yang akan terjadi setelah hari itu, seperti hari kebangkitan dan saat hisab (penghitungan) serta keimanan terhadap  surga dan neraka.

6. Beriman kepada (taqdir) ketentuan Allah (Qada' dan Qadar)

Rukun-Rukun Iman yang terakhir yakni Iman kepada Takdir (Qada' dan Qadar) Beriman kepada takdir (Qada' dan Qadar) mengandung makna bahwasanya Allah subhanahu wata'ala telah mentakdirkan semua yang ada didunia dan menciptakan seluruh mahluk didunia sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahalu serta menurut kebijaksanaan-Nya, Sehingga segala sesuatu yang terjadi di atas bumi ini bahkan kepada diri/pribadi kita sendiri sebagai manusia/mahluk Allah subhanahu wata'ala baik ataupun buruknya merupakan kehendak dari Allah subhanahu wata'ala. Adapun keburukan tersebut tidak ditujukan kepada Allah subhanahu wata'ala, melainkan kepada manusia yang merupakan mahkluk ciptaan-Nya, namun apabila jika keburukan tersebut dikaitkan dengan Allah subhanahu wata'ala, maka keburukan tersebut niscaya adalah merupakan suatu bentuk keadilan yang ditujukan terhadap sesuatu pihak yang tidak dapat terduga ataupun tidak dapat dipikirkan oleh pengetahuan manusia pada umumnya

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Pengertian/Defenisi Iman

Pengertian/Defenisi Iman

Pengertian/Defenisi Iman
Tiga Serangkai kata yang antara lain adalah Iman Islam dan Ihsan yang menurut Ibnu Taimiyah bahwa agama terdiri dari tiga serangkai (unsur) yakni islam, iman dan ihsan, Di dalam ketiga unsur ini terkandung makna kejenjangan (makna bertingkat) yaitu dimana seseorang memulai dengan Islam (agama) lalu berkembang dan mengarah kepada Iman (Keimanan), dan berujung di dalam Ihsan (Penyempurnaan keduanya). Pada umumnya orang-orang mendengar kata iman namun tidak mengetahui apa itu iman sebenarnya, untuk lebih lanjutnya silahkan baca artikel tentang Pengertian Iman di bawah ini

Berikut Defenisi Iman Menurut Bahasa dan Istilah

Defenisi Iman

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yaitu : (1) Iman adalah kepercayaan (yg berkenaan dengan agama); keyakinan dan kepercayaan Kepada Allah subhanahu wata'ala, Nabi, Kitab, dan sebagainya, Iman tidak akan bertentangan dengan ilmu, (2) Iman adalah ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin

Menurut Bahasa Arab Iman adalah ( الإيمان ) secara etimologis iman berarti percaya atau meyakini. Perkataan iman ( إيمان ) diambil dari kata kerja yaitu "amana" ( أمن ) "amana yukminu" ( يؤمن ) yang diartikan sebagai "percaya", "membenarkan" atau "yakin/meyakini".

Para imam dan ulama mendefinisikan/memberikan pengertian Iman secara istilah yang bermakna bahwa Iman ini seperti diucapkan oleh Ali bin Abi Talib : "Iman itu adalah pengucapan dengan lidah dan kepercayaan serta meyakini dengan benar di dalam hati dan dilakukan dengan perbuatan dengan anggota tubuh." Aisyah radiallahu anha mengucapkan: "Iman kepada Allah subhanahu wata'ala itu mengakui Allah dengan lisan dan membenarkannya dengan hati serta mengerjakan/mengamalkan (keyakinan itu) dengan anggota (rukun-rukun) " Dari Imam al-Ghazali kemudian menguraikan makna iman sebagai berikut "Iman adalah pengakuan dengan lidah (lisan) kemudian membenarkan pengakuan itu dengan hati (keyakinan) serta mengamalkannya dengan rukun-rukunnya (anggota-anggotanya)."

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Friday, June 7, 2013
Potret Sang Jingga | Kumpulan Puisi Rindu

Potret Sang Jingga | Kumpulan Puisi Rindu

Kumpulan Puisi Sepi



~Potret Sang Jingga~


Potret Sang Jingga | Kumpulan Puisi Rindu
Foto By. Ervianty Rustan

Enggankah kau ucap rindu ditepi senja
Bersama kilauan cinta dan keyakinan raga
Tuk memekik didalam aura rembulan
Dicicipi sepi dan seteguk kenangan hati
Bersama lirih hati menanti cakrawala jingga

Mungkin diriku terlalu naif buatmu
Ataukah ada rasa yang dititipkan senja buatku
Senja yang merangkak dari sisi gelap
Dan engkau potret menjadi bingkai kenangan hampa

Aku kini berada diantara awan dan angin
Bingung menanjak tuk hanya tau hendak kemana
Apakah ku harus mengambang bersama awan
Ataukah ku harus mengalir pergi bersama hembusan angin

#Sacrosaint87

Baca Juga di Kumpulan Puisi Sepi, Puisi Rindu, Puisi Cinta dan Puisi Belum di Kategorikan

©2013 Copyright Ciniki Ronk
A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Pengorbanan | Kumpulan Puisi

Pengorbanan | Kumpulan Puisi

Kumpulan Puisi

~Pengorbanan~


Pengorbanan | Kumpulan Puisi

Haruskah ku melawan asa
Seketika kau sodorkan jingga padaku
Dan kusambut dengan gelimang sukma
Bak menggenggam mawar dan berdarah
Lalu kau ucap itu pengorbanan

Takut....ya aku takut
Takut teramat sangat menggerogotiku
Mengunyah tiap sel ditubuhku
Dan tetap kau bisikkan lembut asma itu
Asma yang melambangkan sebuah "Pengorbanan"

Saat lelehan air mata itu jatuh
Membasahi rona pipimu
Seketika dunia ini berputar
Mengarahkan tikaman fananya kearahku
Ku berbaring ditengah rintih

Dan engkau tetap menyebutnya fasih dengan sebutan "Pengorbanan"

#Sacrosaint87

Baca Juga di Kumpulan Puisi Sepi, Puisi Rindu, Puisi Cinta dan Puisi Belum di Kategorikan  

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Tuesday, June 4, 2013
Mueeza, Rasulullah dan Hadist Tentang Kucing

Mueeza, Rasulullah dan Hadist Tentang Kucing

Mueeza, Rasulullah dan Hadist Tentang Kucing

"Kisah Mueeza"

Tak sedikit orang didunia ini memiliki hewan peliharaan, mulai dari binatang melata seperti Ular, Amfibi, Unggas dan yang paling sering dijumpai yakni Kucing dan Anjing, mungkin tak sedikit dari kita yang tahu akan hewan peliharaan Rasulullah salallahu alaihi wasallam, namanya "Mueeza" Hewan yang digolongkan dalam jenis mamalia dengan nama latin "Felis silvestris catus" ini adalah hewan yang disukai oleh Rasulullah salallahu alaihi wasallam, Rasulullah menyukai salah satu aktifitas Mueeza yakni Kucing ini selalu mengeong ketika mendengar suara Adzan, mengeong nya Mueeza ini seolah-olah melantunkan suara adzan yang berkumandang.

Alkisah suatu hari Rasulullah salallahu alaihi wasallam ingin keluar rumah dan hendak mengambil jubahnya, namun beliau mendapati Mueeza tidur di atas jubahnya, Rasulullah pun memotong lengan jubah yang ditiduri Mueeza karena Rasulullah tidak mau mengganggu tidur kucingnya, Setibanya kembali dirumah Mueeza yang terbangun merunduk sujud kepada Rasulullah salallahu alaihi wasallam sebagai rasa terima kasihnya kepada majikannya, Rasulullah pun mengelus lembut Mueeza sebanyak 3 (tiga) kali sebagai tanda kasih sayangnya kepada Mueeza.

Berikut adalah Hadist tentang Kucing :

"Telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Muhammad bin Asma' Adh Dhuba'i; Telah menceritakan kepada kami Juwariyah bin Asma' dari Nafi' dari 'Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang wanita disiksa Allah pada hari kiamat lantaran dia mengurung seekor kucing sehingga kucing itu mati. Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala memasukkannya ke neraka. Kucing itu dikurungnya tanpa diberi makan dan minum dan tidak pula dilepaskannya supaya ia dapat menangkap serangga-serangga bumi." Dan telah menceritakan kepadaku Nashr bin 'Ali Al Jahdhami; Telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dari 'Ubaidillah bin 'Umar dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dan dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Hadits yang semakna. Dan telah menceritakannya kepada kami Harun bin 'Abdullah dan 'Abdullah bin Ja'far dari Ma'n bin 'Isa dari Malik dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Hadits tersebut." (HR. Muslim No. 4160, Bukhari No. 3071 dan Ahmad No. 6472)

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Humaidah binti Ubaid bin Rifa'ah dari Kabsyah binti Ka'ab bin Malik bahwa Abu Qatadah masuk ke dalam-menemuinya -kemudian menyebutkan suatu kalimat -yang maknanya- aku menuangkan air wudlu kepada beliau, lalu datang seekor kucing yang meminum air wudlu tersebut. Beliau lalu menyodorkan bejana tadi kepada kucing tersebut hingga kucing tersebut meminumnya. Kabsyah berkata, "Dia melihatku sedang memperhatikannya, maka dia berkata, 'Apakah kamu merasa heran wahai anak perempuan saudaraku? ' Aku berkata, 'Ya'. Dia berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, " Kucing itu tidak najis. Kucing itu termasuk hewan yang ada di sekeliling kalian." (HR. Nasai No. 67, Abu Daud No. 68, Ibnu Majah No. 361)

"telah menceritakan kepada kami Sawwar bin Abdullah Al 'Anbari berkata, telah menceritakan kepada kami Al Mu'tamir bin Sulaiman berkata; aku mendengar Ayyub menceritakan dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: " Jika bejana dijilat oleh anjing maka harus dicuci tujuh kali, yang salah satunya atau yang terakhir dengan tanah. Namun jika bejana tersebut dijilat oleh kucing cukup dicuci sekali." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya adalah hasan shahih. Ini adalah pendapat Syafi'i, Ahmad dan Ishaq. Hadits ini juga dirwayatkan dengan jalur lain dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini. Hanya saja, tidak disebutkan di dalamnya, "Jika bejana tersebut dijilat oleh kucing cukup dicuci sekali." Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin Mughaffal." (HR. Tarmidzi No.84)

"Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Mahdi telah memberitakan kepada kami Abdurrazaq telah memberitakan kepada kami Umar bin Zaid dari Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang makan (daging) kucing dan harganya." (HR. Ibnu Majah No. 3241)

"Perawi menerangkan; telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Humaidah binti Ubaid bin Rifa'ah dari bibinya - Kabsyah binti Ka'ab bin Malik - dan dia dibawah asuhan Abu Qatadah Al Anshari, dia mengabarkan kepadanya bahwa Abu Qatadah mengunjunginya, Kabsyah pun menuangkan air wudlu kepadanya, tiba-tiba datang seekor kucing yang minum dari air wudlunya, maka dia mendekatkan bejana sehingga kucing itu meminumnya. Kabsyah berkata; Lalu dia melihatku yang sedang memperhatikannya dan berkata; "Apakah kamu heran Wahai putri saudaraku?" Dia berkata; lalu saya menjawab, "Ya." Abu Qatadah menerangkan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kucing itu tidak najis, karena dia adalah hewan yang berada di sekitar kita." (HR. Malik No. 38)

Dalam kisah lain Mueeza memiliki kegemaran duduk di pangkuan Rasulullah saat menjamu tamu di rumahnya dan berpesan pada para sahabat bahwa jika engkau memiliki seekor hewan peliharaan (Kucing) maka sayangilah layaknya engkau menyayangi keluarga kamu sendiri

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Malam Berselimut Sesal | Kumpulan Puisi Sepi

Malam Berselimut Sesal | Kumpulan Puisi Sepi

Kumpulan Puisi Sepi


~Malam berselimut sesal~

Malam Berselimut Sesal | Kumpulan Puisi Sepi

Hari ini sesal itu menjamah
Merusak lengkungan senyum berbinar
Biasnya merasuk dalam gelas nestapa
Bersatu dalam heningnya angan

Lelehan titik bening dimatamu
Seraya meluluhkan segala amarahku
Sampai tiap kata yang memberontakpun
Tak mampu bergeming karenanya

Dan kini....
Riak jemariku pun tak mampu berpesan
Tuk berkumandang maaf padamu
Ataukah merangkulmu dalam sepinya malam

Sesal... Ya... Aku menyesal dinda
Kata itu setajam pisau
Menikammu dengan sadis
Membenamkan sesal dihatiku
Entah lukanya kan mengering
Ataukah harus kubenamkan diri dalam sesal

"Diujung malam ini kuhaturkan maaf, meski kata takkan lagi mampu mengurai senyum itu"

#Sacrosaint87

Baca Juga di Kumpulan Puisi Sepi, Puisi Rindu, Puisi Cinta dan Puisi Belum di Kategorikan

©2013 Copyright Ciniki Ronk
A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
Thursday, May 30, 2013
Sepi ini untuk kalian | Kumpulan Puisi Sepi

Sepi ini untuk kalian | Kumpulan Puisi Sepi

Kumpulan Puisi Sepi

~Sepi ini untuk kalian~

Sepi ini untuk kalian | Kumpulan Puisi Sepi

Awal ini sepi tanpa kalian
Meski terkaman fana berontak didepan mata
Kuyakin takdir inilah penguat kita
Menggema teriakan bara semangat kita
Di tiap sela detik yang kian surut ditelan menit

Aku pulang dengan hampa
Namun tidak dengan asa membeku
Diseling canda tawa menerawang benak
Kulalui malam tanpa dirimu
Bersama tegukan-tegukan sepi di ujung hati

Senja pun kian menepi di ufuk jingga
Menghilang ditelan panorama putih sang rembulan
Sampai ku terdiam dalam balutan kenangan
Berharap temu kita tak hanya tersisa maya
Namun tak kan lekang tertutup rimbunnya waktu

"Yakinku dalam sukma yang kian berontak, bahwa asa kita tetaplah satu untuk Indonesia"

#Sacrosaint87
#For My Belloved Friend, brother and sister at Rakernas Relawan TIK and Festival TIK Surabaya 2013

Baca Juga di Kumpulan Puisi Sepi, Puisi Rindu, Puisi Cinta dan Puisi Belum di Kategorikan

©2013 Copyright Ciniki Ronk A. ILLank Written By. A. ILLank
Read More...
 
TOP